Pages

Subscribe:

Labels

Rabu, 16 November 2011

Mendikbud-Menhut Teken Mou Gerakan Penanaman Pohon

Jakarta, Selasa (15 November 2011)--Kesadaran masyarakat untuk gemar menanam pohon telah berkembang dan meluas di seluruh daerah di Indonesia. Kesadaran tersebut dilandasi dengan semangat untuk melakukan rehabilitasi hutan, lahan, dan lingkungan. Peran aktif peserta didik dibutuhkan dalam menyukseskan gerakan penanaman pohon.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyampaikan inisiatif bersama perlu dilakukan dalam rangka mengkonservasi dan mengembangkan lingkungan hidup. Hal ini, kata Mendikbud, dilandasi dengan kecintaan terhadap lingkungan termasuk di dalamnya menanam pohon. "Anak-anak harus dididik, dibiasakan, dan ditradisikan, sehingga membentuk kultur sayang terhadap lingkungan dan tanaman," katanya usai menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan tentang Peran Serta Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan dalam Menyukseskan Gerakan Penanaman Pohon di Gedung Manggala Wana Bakti,  Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (15/11/2011).
Kedua kementerian sepakat bekerjasama untuk menumbuhkembangkan budaya lingkungan hijau melalui gerakan menanam dan memelihara pohon sejak usia dini, melalui peran serta secara aktif para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Kegiatan dimulai pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi di lingkungan sekolah/kampus dan lokasi lain yang ditentukan bersama di seluruh Indonesia.
Mendikbud menyampaikan, dalam waktu dekat, sekolah-sekolah yang ada di seluruh negeri akan didistribusikan bibit dari Kementerian Kehutanan. Selanjutnya, bersama-sama menanam dengan pendampingan oleh guru. "Terutama yang berdekatan dengan lahan kosong dan bukit-bukit," katanya.
Zulkifli menyampaikan, tugas pokok Kementerian Kehutanan saat ini adalah fokus kepada menanam pohon. Dia mengatakan, perilaku budaya bersih, menghargai lingkungan, dan mencintai tanaman harus dilakukan sejak dini agar menjadi perilaku sehari-hari. "Keterlibatan generasi muda dalam upaya rehabilitasi hutan dan lahan diharapkan dapat mengubah dan menumbuhkembangkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dengan menanam dan memelihara pohon," katanya.
Zulkifli mengatakan, siswa dan mahasiswa merupakan kekuatan besar untuk menyukseskan gerakan penanaman pohon secara luas dan massal. "Dengan ditandatangani kerja sama ini saya harapkan lahir generasi muda yang berjiwa konservasionis, generasi yang berwawasan terhadap lingkungan," katanya.
Pada tahun 2010 Kementerian Kehutanan telah menetapkan target penanaman dan pemeliharaan 1 miliar pohon dan telah terealisasi 1,39 miliar pohon. Untuk mendukung penyediaan bibitnya, mulai tahun lalu merencanakan membangun 8.000 unit Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan terealisir 8.016 unit. Pada tahun ini juga dibangun 10.000 KBR dengan anggaran Rp 50 juta per KBR dengan total anggaran Rp 500 miliar. Selain itu, dilakukan pembangunan 23 unit persemaian permanen di 22 provinsi, yang secara keseluruhan akan memproduksi 35 juta batang bibit pohon untuk seluruh wilayah Indonesia.(Agung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar