Pages

Subscribe:

Labels

Kamis, 24 November 2011

Miss.Lies Ira (Happy Birtday) 36th

Di Langit...
Berderet-deret kepakan sayap...
Melayang, mengikuti hembusan angin...
Putih, namun Elok...

Untaian demi untaian...
Do'a...
dari beta, terangkai untuk ibu...
Untuk hari ini, sebelumnya, dan seterusnya...

Semoga ibu tetap bersinar...
Bak maahari yang mengatur seluruh isi galaksi bima sakti...
Memberi kami, para murid...
Menyalurkan, Mentransfer...
Ilmu untuk kami, para murid...
Untuk hari ini dan seterusnya...

Semoga ibu tetap bersinar...
Laksana bintang-gemintang penghias malam...
Senantiasa memberi kami, para murid...
membebaskan...
Kami, para murid...
Dari belenggu ketakutan masa depan...

Semoga ibu tetap bersinar...
Seperti bulan, sebagai lentera kegelapan...
Senantiasa memberi kami, para murid...
kasih sayang...

Semoga ibu tetap bersinar...
Indah, permai, bagai pelangi yang terus berwarna...
Di birunya langit...
Tetap menjaga...
Keharmonisan almamater, SMP NEGERI 1 HAURWANGI
Semoga tercapai keinginan ibu...
Bersama keluarga ibu...
dan kami para murid...

Semoga sukses selalu...
Allah akan menyertai setiap insan...
harapan, serta masa depan...
yang terbaik untuk kita semua...

Selamat ulang tahun, Guruku...
dari kami, murid ibu...
hanya ini yang kami bisa,
berikan untuk ibu...
tak lebih dari tulisan ini.

SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-36th.
25-November-2011

Sabtu, 19 November 2011

Photo Sekolahan
















Mekanisme Penyaluran Dana BOS Tahun 2012

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional mengubah mekanisme penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk tahun 2012 yakni melalui pemerintah provinsi dan tidak lagi melalui kabupaten/kota.
Perubahan mekanisme penyaluran tersebut karena tidak berjalannya sistem dengan baik. Kebijakan dengan asas desentralisasi tersebut dianggap rumit birokrasinya, terutama saat peyaluran ke sekolah negeri.
Melalui mekanisme baru ini diharapkan penyaluran dana BOS akan lebih cepat dimana dana BOS ditransfer oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dari Kas Umum Negara (KUN) ke Kas Umum Daerah (KUD) Provinsi.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang mekanisme penyaluran dana BOS tersebut, Perpustakaan Kemdiknas mengundang guru, kepala sekolah, komite sekolah, serta masyarakat umum untuk hadir dalam acara diskusi pada:
Hari/Tanggal  : Jumat, 11 November 2011
Pukul              : 14.00 – 16.00 WIB
Tempat           : Ruang Diskusi Perpustakaan Kementerian Pendidikan Nasional
Pembicara    : Bambang Indriyanto (Sekretaris Direktorat Pendidikan Dasar, Kemdiknas)
Diskusi ini terbuka untuk umum. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Perpustakaan Kemdiknas
Telp 021-5707870
Fax 021-5731228
Email: perpustakaan@kemdiknas.go.id

Kamis, 17 November 2011

7 Perguruan Tinggi Negeri Dapat Beasiswa Unggulan

Jakarta --- Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Ainun Na’im menerima bantuan kerja sama Program Beasiswa Unggulan dari CIMB Niaga. Bantuan ini dalam bentuk dana dan biaya pendidikan sebesar Rp1 miliar untuk 30 mahasiswa penerima beasiswa, dan komputer jinjing (laptop).
Mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi negeri mendapat beasiswa ini yakni dari Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Bandung, Universitas Sumatera Utara, Universitas Gajah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Indonesia. Penyerahan beasiswa ini diberikan kepada masing-masing perwakilan mahasiswa penerima yang memiliki prestasi akademis dan nonakademis gemilang..
Ainun berterima kasih kepada CIMB Niaga atas pemberian beasiswa ini. “Mudah-mudahan beasiswa kerja sama ini dapat memacu semangat para mahasiswa untuk dapat belajar lebih semangat lagi.” ujarnya ketika memberikan sambutan di Gedung A Kemdiknas, Jakarta, Rabu (9/11).
Ainun juga menjelaskan adanya program beasiswa di lingkungan Kemdikbud antara lain Bidik Misi untuk siswa kurang mampu, dan beasiswa tenaga kependidikan untuk guru dan dosen. “Kemdikbud memberikan kesempatan bagi sektor-sektor swasta lainnya yang ingin bekerja sama di bidang kemanusiaan khususnya pendidikan yang mungkin ada kaitannya dengan pemberian beasiswa,”ujarnya saat mengakhiri kata sambutan. (gloria)

Rabu, 16 November 2011

Mendikbud-Menhut Teken Mou Gerakan Penanaman Pohon

Jakarta, Selasa (15 November 2011)--Kesadaran masyarakat untuk gemar menanam pohon telah berkembang dan meluas di seluruh daerah di Indonesia. Kesadaran tersebut dilandasi dengan semangat untuk melakukan rehabilitasi hutan, lahan, dan lingkungan. Peran aktif peserta didik dibutuhkan dalam menyukseskan gerakan penanaman pohon.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyampaikan inisiatif bersama perlu dilakukan dalam rangka mengkonservasi dan mengembangkan lingkungan hidup. Hal ini, kata Mendikbud, dilandasi dengan kecintaan terhadap lingkungan termasuk di dalamnya menanam pohon. "Anak-anak harus dididik, dibiasakan, dan ditradisikan, sehingga membentuk kultur sayang terhadap lingkungan dan tanaman," katanya usai menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan tentang Peran Serta Peserta Didik, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan dalam Menyukseskan Gerakan Penanaman Pohon di Gedung Manggala Wana Bakti,  Kementerian Kehutanan, Jakarta, Selasa (15/11/2011).
Kedua kementerian sepakat bekerjasama untuk menumbuhkembangkan budaya lingkungan hijau melalui gerakan menanam dan memelihara pohon sejak usia dini, melalui peran serta secara aktif para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan. Kegiatan dimulai pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi di lingkungan sekolah/kampus dan lokasi lain yang ditentukan bersama di seluruh Indonesia.
Mendikbud menyampaikan, dalam waktu dekat, sekolah-sekolah yang ada di seluruh negeri akan didistribusikan bibit dari Kementerian Kehutanan. Selanjutnya, bersama-sama menanam dengan pendampingan oleh guru. "Terutama yang berdekatan dengan lahan kosong dan bukit-bukit," katanya.
Zulkifli menyampaikan, tugas pokok Kementerian Kehutanan saat ini adalah fokus kepada menanam pohon. Dia mengatakan, perilaku budaya bersih, menghargai lingkungan, dan mencintai tanaman harus dilakukan sejak dini agar menjadi perilaku sehari-hari. "Keterlibatan generasi muda dalam upaya rehabilitasi hutan dan lahan diharapkan dapat mengubah dan menumbuhkembangkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan dengan menanam dan memelihara pohon," katanya.
Zulkifli mengatakan, siswa dan mahasiswa merupakan kekuatan besar untuk menyukseskan gerakan penanaman pohon secara luas dan massal. "Dengan ditandatangani kerja sama ini saya harapkan lahir generasi muda yang berjiwa konservasionis, generasi yang berwawasan terhadap lingkungan," katanya.
Pada tahun 2010 Kementerian Kehutanan telah menetapkan target penanaman dan pemeliharaan 1 miliar pohon dan telah terealisasi 1,39 miliar pohon. Untuk mendukung penyediaan bibitnya, mulai tahun lalu merencanakan membangun 8.000 unit Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan terealisir 8.016 unit. Pada tahun ini juga dibangun 10.000 KBR dengan anggaran Rp 50 juta per KBR dengan total anggaran Rp 500 miliar. Selain itu, dilakukan pembangunan 23 unit persemaian permanen di 22 provinsi, yang secara keseluruhan akan memproduksi 35 juta batang bibit pohon untuk seluruh wilayah Indonesia.(Agung)

Penyaluran Dana Rehabilitasi Sekolah Berjalan Lancar

Jakarta – Penyaluran dana untuk Gerakan Nasional Rehabilitasi Gedung Sekolah 2011 berjalan lancar. Sebesar 63,9 persen dari Rp617 miliar yang disediakan untuk rehabilitasi gedung sekolah dasar, sudah disalurkan. Bahkan, untuk rehabilitasi gedung sekolah menengah pertama, yang sudah disalurkan mencapai 95,60 persen, dari total alokasi dana Rp129 miliar.
Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Sosial dan Ekonomi, Taufik Hanafi menjelaskan, ada empat tahapan yang dilalui dalam menjalankan Gerakan Nasional Rehabilitasi Gedung Sekolah. Pertama, identifikasi sekolah yang menjadi sasaran. Kedua, penandatanganan nota kesepahaman (MoU – Memorandum of Understanding) ketika program diluncurkan.
“Yang ketiga adalah penyaluran dana ke sekolah-sekolah, dan terakhir, dimulainya kegiatan fisik,” ujarnya pada jumpa pers di Gedung C Kemdikbud, pada Jumat, (4/11). Hadir dalam kesempatan ini Staf Khusus Mendikbud Bidang Komunikasi dan Media, Sukemi, Direktur Pembinaan SMP, Didik Suhardi, Kepala Subdirektorat Pembinaan SD, Samino.
Menurut Taufik, kelancaran penyaluran dana menjadi tolak ukur kelancaran kegiatan fisik. Saat ini dua daerah yang memiliki perkembangan rehabilitasi yang cepat adalah Serang (Banten) dan Bogor (Jawa Barat). Secara keseluruhan di Indonesia, kegiatan fisik telah dimulai di 193 gedung SD dan 43 gedung SMP. Kegiatan fisik tersebut di antaranya berupa penggalian untuk fondasi bangunan dan penyiapan kusen-kusen secara paralel. “Kalau kegiatan fisik jalan, berarti dananya sudah sampai,” ujar Taufik.
Dalam melaksanakan Gerakan Nasional Rehabilitasi Gedung Sekolah ini, Kemdikbud menghadapi beberapa kendala. Misalnya, dalam proses penyaluran dana. Kendala yang dihadapi adalah adanya sekolah yang menyerahkan nomor rekening yang sudah tidak aktif atau sudah tidak berlaku, sehingga dana dikembalikan lagi ke kas negara.
Sebagai solusinya, kas negara kemudian menyurati Kemdikbud jika rekening sekolah tidak bisa digunakan. Kemdikbud lalu meminta sekolah membuat rekening baru untuk segera disampaikan ke kas negara.
Kendala lain adalah sedikit terganggunya proses kegiatan belajar mengajar anak didik. Taufik menjelaskan, supaya kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan baik, anak-anak yang gedung sekolahnya sedang direhabilitasi, dipindahkan sementara ke gedung SD lain yang terdekat. “Jika tidak ada yang terdekat, akan dibuatkan tenda-tenda. Di sinilah pentingnya bekerja sama dengan TNI. Mereka memberikan bantuan dengan menyiapkan tenda-tenda untuk belajar, terutama di daerah Kupang,” ucap Taufik.
Sementara untuk sistem pengawasan, Kemdikbud juga bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Inspektorat Jenderal Kemdikbud, Perguruan Tinggi, dan masyarakat, salah satunya melalui komite sekolah.  “Peran BPKP memberikan pendampingan tata kelola keuangan yang baik. Untuk penyusunan petunjuk teknis atau juknis, kami juga menerima masukan dari BPKP,” tutur Taufik.
Untuk ke depannya, mekanisme pemantauan perkembangan rehabilitasi gedung sekolah akan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi atau IT (information technology), termasuk berbasis situs internet (web based).  “Jadi teman-teman di daerah akan lebih mudah mengumpulkan data ke pusat. Selain itu, publik juga bisa lebih mudah mengakses”.
Taufik mengatakan, saat ini sistem pemantauan dengan IT masih disiapkan, bekerja sama dengan Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekkom) dan Direktorat SD dan SMP Kemdikbud. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa selesai,” ucapnya. (lian)